Hari ini saya iseng mengakses situs www.youtube.com, ingin nya sih mencari bobodoran sunda atau wayang (cepot) untuk hiburan biar tidak stress. Akhirnya saya dapat sebuah video kerkait dengan Kang Ibing. Ternyata dalam video itu dia bukan sedang bobodoran tetapi dia sedang melakukan ceramah di Jepang di depan para TKI asal Indonesia. Alamat Youtobe nya bisa di akses di http://www.youtube.com/watch?v=Pql6qncK1jE.
Dalam ceramahnya kang Ibing menceritakan sebuah kisah yg pernah terjadi pada masa Pemerintahan Khalifah Syaidina Umar bin Khattab. Ada seorang Panglima Islam Khalid bin walid, namanya harum keseluruh negeri.
Suatu waktu Jenderal Khalid sedang berada digaris depan peperang secara mendadak dia menerima surat perintah dari Khalifah Syaidina umar bin Khattab yang isinya: “Dengan ini dinyatakan Jenderal Khalid di pecat dan segera menghadap”. Merasa tidak mempunyai kesalahan dia menghadap Khalifah Syaidina umar bin Khattab. Jenderal Khalid bin Walid berkata “Kalau soal di pecat itu merupakan hak anda sebagai atasan, yang ingin saya tanyakan kenapa saya di pecat apa kesalahan saya?”
Khalifah Syaidina Umar bin Khattab menjawab ”Anda tidak punya kesalahan. Anda itu Jenderal dan panglima yg baik setiap hari rakyat selalu memuji-muji anda, catat Khalid anda manusia biasa tidak mustahil dalam hatimu akan timbul rasa sombong, dalam ajaran Islam Allah tidak menyukai menyukai orang yg SOMBONG. Seberat debu rasa sombong dalam hati Neraka jahanam menunggu. Karena itu maaf hai saudaraku untuk menjaga kau tidak masuk kedalam neraka jahaman apa boleh buat saya pecat Anda. Supaya Anda tahu jangankan di hadapan Allah baru di depan Umar belum ada apa-apanya.” Mendengar perkataan itu Jendreral Khalid menangis dan memeluk Khalifah Umar dan berterima kasih kepadanya.
Moral dari cerita diatas adalah bahwa kita tidak boleh memiliki rasa SOMBONG. Apalagi sedang mempunyai jabatan dan dipuji-puji oleh orang. Saya pernah mendengarkan suatu ceramah bahwa Setan menggoda orang-orang yang beriman tidak dengan membisikan untuk tidak melaksanakan ibadah, tetapi membisikan untuk mengubah niatnya agar setiap ibadah dia menjadi Sombong dan ingin dipuji oleh orang lain sehingga serasa dia yang paling beriman, merasa dia yang paling giat melaksanakan Ibadah dan dia akan beranggapan bahwa dia pasti akan masuk surga.

















